Bilakah Ia Hadir
Usianya 26 tahun kini,... beranjak cepat tidak terasa sungguh.. waktu berlari.. melampaui masa perlahan senyap,.. lalu menghilang.. berganti-ganti.. pagi menapak siang.. lalu menjadi senja.. malam tiba.. dan kemudian esok pagi bergulir kembali...
Dan 26 tahun berlalu sudah.... ingin dia merenung sejenak tentang jejak langkah perjalanan hidupnya,.. tentang masa-masa yang dilaluinya.. tentang mimpi-mimpi yang ingin diraihnya.. tentang idealismenya.. (punya idealisme ga.. yah.. :D). Bernostalgia tentang tahun lalu.. dimana hari-harinya saat itu begitu mendamba sehembus angin tiba. Tentang alur-alur masa depan yang tidak pasti saat itu,.. tentang langkah-langkah selepas kuliah.. tentang kerja intinya.. harus kemanakah... ingin dia tetap menjejak langkah di koridor idealismenya.. di bidang yang ia yakini ia mampu berkembang disana,.. disatu sisi hidupnya harus terus bergerak.. mengais satu dua tapak menyambung langkah.. dan jadilah ia seperti terobang ambing, tidak ada gerak langkah,.. tidak ada gerak maju dari sudut pandang sana,.. walau sebenarnya ada bara yang menggelora di ruang-ruang sana.. namun tidak tahu bagaimana menyalakannya.
Usianya 26 tahun kini...Ia tidak lagi mendamba sehembus angin,.. setidaknya saat ini ia sedang merenda jalur kehidupan di jalan-jalan terjal yang ia harus melaluinya.. karena terjalnya indah.. dan penuh pesona semoga ia mampu melaluinya.. dan meraih hembusan angin yang kokoh untuk mengangkat sayap-sayapnya mengepak tinggi menuju angkasa asa nya.
Usianya 26 kini,.. ia masih awam tentang dunia ternyata,.. sungguh ia tidak tahu apa-apa,.. begitu banyak yang masih ia pelajari.. sementara ia merasa dirinya semakin bebal dan tumpul dalam menyerap makna-makna. Namun segala sesuatu harus terus dicoba.
Dan adalah wawasan yang terbatas yang dia miliki, atas segala keterbatasan yang ia miliki,..dan atas semua kelemahannya ia masih berharap akan satu mimpi,.. bilakah ada sebuah kepercayaan baginya untuk mendayung sebuah bahtera,.. menempuh sebuah dunia baru.. kapankah ia tiba..
Jika dulu pernah ada sebuah harap akan dekat persahabatan,.. ketika aku bermimpi bahagia itu ada disana,.. ketika aku bermimpi tiba saat melabuhkan bahtera disebuah darmaga,.. ah andai aku tak terlalu berharap.. atas jalan keliru yang aku sadari sebenarnya,.. bahwa aku sedang bermain-main berjalan menuju lembah yang aku ketahui keberadaanya...
Kemudian, bila kini aku memintal sebuah harap kembali,.. bolehkah.. semoga kali ini jalan-jalannya lebih baik,.. walau kemudian aku sadari aku belum berhak dan belum layak,..kemudian kuuntaikan bait-demi bait yang tertulis,.. ingin kuputihkan hati dan kuluruskan niat...Ya Allah ya Rabbi Izinkanlah aku mendamba dan memohon dalam serba keterbatasan dan ketak mampuanku,.. ketak tahuanku,.. keawamanku dan atas sebuah asa yang mencari penawar rindunya..
Ya Allah bila kemudian ini adalah jalan-jalan kami yang harus ditempuh,.. izinkanlah kami bersama,.. menyatu dalam sebuah ikatan,.. saling memberi dan saling menerima,.. bahu mebahu mendayung bahtera menuju suatu cita. Ya Rabbi,.. jika kemudian jalan-jalan ini adalah jalan yang Engkau Ridhai-i untuk kami,.. izinkanlah kami melangkah bersama,.. belajar menerima apa-adanya,.. dan memberi yang terbaik dalam gerak langkah saling mengawasi dan mengingatkan dan saling padu meniti jembatan kehidupan. Ya Allah, jika kemudian jalan-ini adalah jalan kami.. maka teguhkan dan ikhlaskan hati-hati kami.. untuk memilih jalan ini,.. mencari serpihan mutiara... atau hanya segumpal asa dalam samar gulita pandang kami. Cerahkanlah dan lapangkanlah. Siapapun dia.
Ya Rabbi, Ya Allah Yang Maha Memiliki,.. jika jalan-ini bukan jalan kami,.. maka tuluskan lah kami untuk memilih dari relung hati terdalam,.. bahwa Gerak langkah ini tiada akan pernah henti.. dalam rangkaian Mencari dan Mendamba RidhaMu
Tersarikan pada 05:23 am oleh
Averous