Tentang Sebuah Masa Depan
Ketika seorang lulusan sarjana melangkahkan kakinya keluar dari tempat pelaksanaan wisudanya, maka bukan sebuah riang gembira yang ia pancarkan dari raut wajahnya, melainkan sebuah tanya setelah ini apa yang dapat aku lakukan, apa yang dapat aku kerjakan. Masa masa ke depan yang akan di jelang adalah akan menjadi masa-masa tersulit. Ketika dia tidak memiliki struktur ekonomi yang cukup untuk membentuk usaha sendiri, ketika dia harus belajar tertatih menata hidupnya tanpa sokongan orang tua, ketika untuk mengirimkan banyak lamaran kerja, untuk mengahadiri undangan -undangan wawancara memerlukan uang yang relatif banyak, sedangkan untuk kehidupan keseharian saja, untuk esok entah ia mendapat dari mana. Namun kemudian kehidupan harus dijalani, setiap perjalanan harus dimulai dari satu langkah, bergerak maju tiada henti, terus berakselerasi melakukan percepatan tiada henti, maju dan bergerak maju. Kemudian ia melihat potensi dirinya, Ilmu yang dia peroleh sewaktu kuliah, Sedikit pemahamannya tentang bahasa pemrograman, minatnya di bidang ilmu logika dan eksakta. Namun kemudian ia berkata aku hanya lulusan IPB, mesti para HRD IT akan lebih memilih lulusan Gunadarma atau Bina Nusantara fikirnya. Namun disinilah jalanku, aku punya potensi disini, dan aku yakin bisa berkembang disini, hanya kemudian masalah pengalaman, dan pengalaman, dan bahkan dia saat ini punya nilai lebih, dia tidak hanya paham tentang pemrograman namun dia juga punya basis pengetahuan perikanan. Kemudian dia punya Sebuah ingin untuk dapat mengembangkan pemahamannya, dan suatu saat dengan pengetahuannya ia dapat membantu meningkatkan pemanfaatan sumberdaya perikanan di Indonesia. Dan Ketika masa itu tiba, dia akan bersegera berakselerasi, beradaptasi, berkembang dbersama hal-hal baru tanpa melepaskan diri dari backgroundnya.
Tersarikan pada 09:54 am oleh
Averous